Kenapa kita harus belajar?


seorang guru matematika SMA saya dulu pernah bertanya: "kenapa kalian belajar matematika disini?"

dan hal tersebut memancing beberapa pertanyaan lanjutan di dalam hatiku: "untuk apa kita ke sekolah?" "kenapa belajar matematika, ipa, ips dll?" "toh juga sepertinya ngga terlalu penting kita tahu 1+1=2"
"trus klo sekolah kita belajar untuk nyari nilai, klo nilai nya bagus bisa masuk sekolah vaforit ato unifersitas vaforit untuk kita belajar lagi disana trus klo dah lulus kuliah bisa gampang nyari kerjaan klo udah dapet kerjaan bekerja dengan rajin sampe jadi manager" 
lalu apa? cman gitu aja?

awalnya sih pusing banget nyari jawaban pertanyaan guru matematika saya itu (dan sempat pasrah karena ngga dapet jawabannya)
lalu suatu hari (baru baru ini dan saya udah kuliah) ngga ada angin ngga ada hujan saya seperti mendapat pencerahan.

pertanyaannya diubah, "kenapa kita belajar?"
jawabannya sederhana, "karena kita ingin tahu/bisa"
"kenapa kita ingin tahu?"
karena tahu itu enak kalau digoreng + sambal kecap "karena mahluk yang punya akal (terutama manusia) ingin melakukan sesuatu terhadap pengetahuan yg dia inginkan"

misal, manusia ingin tempat tinggalnya tetap ada cahaya walau malam hari
maka dibuatlah teknologi yg namanya api unggun
lalu manusia ingin tahu, "bisakah api unggun ini diperkecil agar tidak terlalu berbahaya?"
setelah dipelajari ditemukanlah teknologi yang namanya lilin
begitu seterusnya hingga Mr. Edison menemukan bola lampu.
tidak sampai disana saja, sampai sekarang teknologi pencahayaan di dalam ruangan di malam hari terus dikembangkan, dari yg hemat listrik sampai cahaya darurat apabila cahaya utama mati

manusia yg ingin semua pekerjaannya jadi sederhana belajar dan menemukan hal2 baru untuk memudahkannya bekerja.
secara teknis, rasa ingin tahu itulah yang membuat manusia mau belajar. Dan seharusnya Belajar itu adalah sesuatu yang ingin dilakukan, bukan yang harus dilakukan

dan ternyata tujuan utama dibuat sebuah sekolah adalah untuk mengajari & memfasilitasi orang2 yang ingin tahu agar mereka bisa dapat jawaban dari keingin tahuan mereka.

anak2 jaman sekarang (sebenarnya udah dari dulu sih) ke sekolah karena disuruh oleh orang tuanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi agar orang tuanya bisa bilang "anak ku hebat lho, dia rengking(ranking) 1 di kelasnya" bukan karena mereka memang ingin mendapatkan pengetahuan baru. maka ada orang bijak dari india mengatakan 'kalau kamu ingin ilmu disekolah, kau tak perlu bayar uang sekolah, cukup dengan membeli seragam dan menyelinap kedalam kelas' (Punsukh Wangdu @ 3 idiots)
Kalau ke sekolah seharusnya dengan rasa penasaran, "nanti di sekolah diajarin apa ya...?" 

jadi kesimpulannya, kita sebagai manusia memiliki sifat untuk ingin tahu yang mendorong kita untuk belajar, belajar bukanlah sesuatu yang harus kita lakukan, tetapi sesuatu yang seharusnya ingin kita lakukan. selama manusia hidup, manusia akan terus ingin tahu dan belajar.

kalu ada nanti yg ditanya sama guru di sekolah/di kampus "kenapa kalian belajar?"
jawablah dengan "karena saya ingin tahu" (dan bersiaplah dengan resiko jawaban itu)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

5cm the movie?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Socrates


Ingatan kita dulu adalah tentang seorang tua gempal di Yunani sana yang hidupnya hanya beredar di pasar-pasar bak gelandangan, menggetok pikiran dan mendebat anak-anak muda tentang sesuatu yang… entah soal apa sebenarnya. Yang lalu diadili dan mati diteguk racun oleh penguasa.
Gadfly of Athena, julukannya, Lalat Pengganggu Athena. Dan beliau ini memang bak lalat: hinggap, menggelitik, lalu terbang… hampir tanpa jejak. Maka sampai kini pun, tak pernah orang menemukan bahkan sebaris pun tulisan-tulisan Socrates. Kisahnya yang ajaib, tentu, masih dapat kita simak lewat karya-karya Plato yang banyak merekam gurunya yang aneh ini.
Aneh, karena yah… ngapain ya ngider di jalan-jalan seperti itu? Cuma untuk berdiskusi dan menanyai orang-orang? He is a prominent philosopher, a smart guy! Dan apa yang dituju sebenarnya, diskusi apa, tentang apa — sebegitu hebohnya sampai musti disidang di depan 500 juri di pengadilan Athena?
Nah, kita bisa membaca Apologia (download ebook) karya Plato. Apologia adalah rekaman dari sesi pembelaan Socrates di pengadilan sebelum ia dihukum mati. Agak panjang, tapi saya coba cuplikkan yang menariknya (juga mengejutkan!) So please sit down and relax…
socrates_death.jpg
Socrates diadili karena tiga dakwaan: meracuni pikiran kaum muda, tidak mempercayai dewa-dewa, dan membuat agama baru. Kita tahu Yunani, negeri di mana Socrates hidup, adalah negeri para dewa; Zeus, Hera, Apollo, Poseidon… dan sebagainya itu. Memang dalam terjemahan Apologia ini, si penerjemah Benjamin Jowett menggunakan kata “gods” ketika merujuk pada apa yang dipercayai warga Athena. Tapi ketika itu berkaitan dengan ketuhanan pribadi Socrates sendiri, kata “God” (tanpa “s”, dan “G” huruf besar) lah yang dipakai.
Menarik. Socrates kita kenal sebagai filsuf — tapi membaca Apologia ini, kita akan bertemu dengan sosok yang sangat, sangat, sangat relijius! No, I’m serious… Orang ini bukan tipe yang sekedar icip-icip keagamaan bak orang jaman sekarang yang mengutip ayat ini dan itu… No. He has a whole life and conduct that seems to be COMPLETELY driven by what he believes in!
Saya cuplikkan sedikit ucapannya:
Aku harus mengulang kata-kataku ini kepada siapapun yang kutemui, baik tua ataupun muda, warga di sini atau orang asing, tapi terutama kepada para warga karena merekalah saudara-saudara terdekatku. Bahwa ini adalah perintah Tuhan, dan aku yakin tak ada kebaikan yang lebih baik pada negeri ini selain pengabdianku kepada Tuhan. Yang kulakukan hanyalah mengajak kalian semua, para pemuda dan orang tua, untuk tak hanya memikirkan orang-orangmu atau harta milikmu, namun yang pertama dan paling utama: perhatikanlah nasib jiwamu! Kukatakan kepadamu bahwa kebajikan bukanlah dengan menerima uang dan harta, tapi bahwa dari kebajikan itulah — harta dan segala hal yang baik dari diri manusia akan muncul, baik di sisi publik maupun individu. Inilah yang aku ajarkan.
Perintah Tuhan… hmm… Dan ketika menjelaskan tentang siapa dirinya, alasan tindakannya,
Warga Athena… bila kalian membunuhku, kalian tak kan mudah menemukan pengganggu sepertiku yang Tuhan telah anugerahkan kepada negeri ini. Negeri ini bak kuda ningrat yang besar, yang berjalan demikian lamban lantaran ukuran tubuhnya. Ia mustilah diusik agar hidup kembali. Dan akulah pengganggu itu yang Tuhan telah tempatkan di negeri ini. Dan di sepanjang waktu, di mana-mana, aku akan selalu mendekatimu, membangunkanmu, membujuk dan mengusikmu.
Juga di bawah ini, satu argumentasi yang cerdas:
Ketika kukatakan bahwa aku dianugrahkan Tuhan kepadamu, bukti dari misi dan tugasku adalah sebagai berikut: — jika aku seperti kebanyakan orang, aku pastilah tak akan menolak kepentinganku sendiri… demi kepentinganmu, aku datang kepadamu sebagai bapak atau saudara tua, mengajakmu kepada kebajikan yang mulia. Jika aku memperoleh sesuatu dari situ, atau jika aku dibayar karena ajakanku ini, tentu hal itu akan menjadi alasan yang masuk akal atas tindakanku ini. Namun, seperti yang kalian lihat, tak satu pun penuntutku mampu menunjukkan bahwa aku mengutip bayaran apapun, mereka tak punya bukti. Dan aku memiliki bukti yang cukup atas kebenaran dari apa yang kukatakan — yakni: kemiskinanku.
Do you remember Surah Yasiin:21? “Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk…” Ada kesan yang cukup lugas, bahwa Socrates melakukan itu semua bukan atas kemauannya sendiri. Ia seperti… diperintah.
socrates_students01.jpg
Dan yang berikut ini, barangkali yang paling tidak mudah dijelaskan…
Orang barangkali bertanya-tanya mengapa aku diam-diam sibuk mengurusi orang lain tapi tak pernah maju ke depan publik dan memberi nasihat kepada negara. Akan kuceritakan kenapa. Kalian telah sering mendengar di banyak tempat tentang sosok atau tanda yang senantiasa datang kepadaku, tanda ilahiah yang Melitus (jaksa penuntut — Red) telah mencemoohnya dalam tuduhannya. Tanda ini, yang berwujud seperti suara-suara, pertama kali menghampiriku ketika aku masih kanak-kanak. Suara-suara ini melarangku berbuat sesuatu, namun tak pernah menyuruhku untuk melakukan hal-hal. Inilah yang menahanku dari menjadi seorang politikus.
Socrates memilih mati, walau rekan-rekannya memaksanya untuk menyetujui tawaran keluar dari Athena. Di akhir pembelaannya, dia berucap: “The hour of departure has arrived, and we go our ways — I to die, and you to live. Which is better, only God knows.
Socrates melahirkan murid yang cerdas seperti Plato. Plato melahirkan Aristoteles. Dan Aristoteles, kita tahu, adalah guru dari Iskandar Zulqarnain. Yang terakhir ini, seorang suci yang bisa kita baca kisahnya di Al-Quran.
So what do you think? Siapa sebenarnya Socrates? Lamat-lamat kita ingat, “Dan sungguh Kami telah mengutus utusan pada tiap-tiap umat…” (QS 16:36). Ada sekian banyak utusan, kisah 25 di antaranya direkam di dalam Al-Quran. Selebihnya? Barangkali tak kita kenal sama sekali. Atau bahkan tersembunyi di antara tumpukan buku… entah yang pada jaman kini dikenal sebagai jenderal perang, matematikawan, sastrawan… atau filsuf?
Hanya Allah yang tahu. Salaam.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Jet lag!

Salah satu vidclip kesukaan aku nih :D


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Aku menyerah

Tak ada kata,
pecah remuk membuyarkan harapan,
lempar dan melayang,
aku bimbang.

Saat melihat tak cukup dengan mata,
saat hati tak hanya digunakan untuk merasa,
rasamu satu,
GALAU.

Mencari jalan menuju semesta,
menimpa imajinasi mencari realisasi,
tak ku temukan,
aku terkurung.

Mencapai awan yang terlalu tinggi,
mencapai bintang yang berkelipan,
itu semua tak mungkin,
aku kalah, aku menyerah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Innocence – Avril Lavigne Lyrics & Listen

Innocence – Avril Lavigne Lyrics & Listen

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Together – Avril Lavigne Lyrics & Listen

Together – Avril Lavigne Lyrics & Listen

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kenapa kita harus belajar?

Minggu, 12 Februari 2012 - - 0 Comments


seorang guru matematika SMA saya dulu pernah bertanya: "kenapa kalian belajar matematika disini?"

dan hal tersebut memancing beberapa pertanyaan lanjutan di dalam hatiku: "untuk apa kita ke sekolah?" "kenapa belajar matematika, ipa, ips dll?" "toh juga sepertinya ngga terlalu penting kita tahu 1+1=2"
"trus klo sekolah kita belajar untuk nyari nilai, klo nilai nya bagus bisa masuk sekolah vaforit ato unifersitas vaforit untuk kita belajar lagi disana trus klo dah lulus kuliah bisa gampang nyari kerjaan klo udah dapet kerjaan bekerja dengan rajin sampe jadi manager" 
lalu apa? cman gitu aja?

awalnya sih pusing banget nyari jawaban pertanyaan guru matematika saya itu (dan sempat pasrah karena ngga dapet jawabannya)
lalu suatu hari (baru baru ini dan saya udah kuliah) ngga ada angin ngga ada hujan saya seperti mendapat pencerahan.

pertanyaannya diubah, "kenapa kita belajar?"
jawabannya sederhana, "karena kita ingin tahu/bisa"
"kenapa kita ingin tahu?"
karena tahu itu enak kalau digoreng + sambal kecap "karena mahluk yang punya akal (terutama manusia) ingin melakukan sesuatu terhadap pengetahuan yg dia inginkan"

misal, manusia ingin tempat tinggalnya tetap ada cahaya walau malam hari
maka dibuatlah teknologi yg namanya api unggun
lalu manusia ingin tahu, "bisakah api unggun ini diperkecil agar tidak terlalu berbahaya?"
setelah dipelajari ditemukanlah teknologi yang namanya lilin
begitu seterusnya hingga Mr. Edison menemukan bola lampu.
tidak sampai disana saja, sampai sekarang teknologi pencahayaan di dalam ruangan di malam hari terus dikembangkan, dari yg hemat listrik sampai cahaya darurat apabila cahaya utama mati

manusia yg ingin semua pekerjaannya jadi sederhana belajar dan menemukan hal2 baru untuk memudahkannya bekerja.
secara teknis, rasa ingin tahu itulah yang membuat manusia mau belajar. Dan seharusnya Belajar itu adalah sesuatu yang ingin dilakukan, bukan yang harus dilakukan

dan ternyata tujuan utama dibuat sebuah sekolah adalah untuk mengajari & memfasilitasi orang2 yang ingin tahu agar mereka bisa dapat jawaban dari keingin tahuan mereka.

anak2 jaman sekarang (sebenarnya udah dari dulu sih) ke sekolah karena disuruh oleh orang tuanya untuk mendapatkan nilai yang tinggi agar orang tuanya bisa bilang "anak ku hebat lho, dia rengking(ranking) 1 di kelasnya" bukan karena mereka memang ingin mendapatkan pengetahuan baru. maka ada orang bijak dari india mengatakan 'kalau kamu ingin ilmu disekolah, kau tak perlu bayar uang sekolah, cukup dengan membeli seragam dan menyelinap kedalam kelas' (Punsukh Wangdu @ 3 idiots)
Kalau ke sekolah seharusnya dengan rasa penasaran, "nanti di sekolah diajarin apa ya...?" 

jadi kesimpulannya, kita sebagai manusia memiliki sifat untuk ingin tahu yang mendorong kita untuk belajar, belajar bukanlah sesuatu yang harus kita lakukan, tetapi sesuatu yang seharusnya ingin kita lakukan. selama manusia hidup, manusia akan terus ingin tahu dan belajar.

kalu ada nanti yg ditanya sama guru di sekolah/di kampus "kenapa kalian belajar?"
jawablah dengan "karena saya ingin tahu" (dan bersiaplah dengan resiko jawaban itu)

5cm the movie?

- - 0 Comments

Socrates

- - 0 Comments


Ingatan kita dulu adalah tentang seorang tua gempal di Yunani sana yang hidupnya hanya beredar di pasar-pasar bak gelandangan, menggetok pikiran dan mendebat anak-anak muda tentang sesuatu yang… entah soal apa sebenarnya. Yang lalu diadili dan mati diteguk racun oleh penguasa.
Gadfly of Athena, julukannya, Lalat Pengganggu Athena. Dan beliau ini memang bak lalat: hinggap, menggelitik, lalu terbang… hampir tanpa jejak. Maka sampai kini pun, tak pernah orang menemukan bahkan sebaris pun tulisan-tulisan Socrates. Kisahnya yang ajaib, tentu, masih dapat kita simak lewat karya-karya Plato yang banyak merekam gurunya yang aneh ini.
Aneh, karena yah… ngapain ya ngider di jalan-jalan seperti itu? Cuma untuk berdiskusi dan menanyai orang-orang? He is a prominent philosopher, a smart guy! Dan apa yang dituju sebenarnya, diskusi apa, tentang apa — sebegitu hebohnya sampai musti disidang di depan 500 juri di pengadilan Athena?
Nah, kita bisa membaca Apologia (download ebook) karya Plato. Apologia adalah rekaman dari sesi pembelaan Socrates di pengadilan sebelum ia dihukum mati. Agak panjang, tapi saya coba cuplikkan yang menariknya (juga mengejutkan!) So please sit down and relax…
socrates_death.jpg
Socrates diadili karena tiga dakwaan: meracuni pikiran kaum muda, tidak mempercayai dewa-dewa, dan membuat agama baru. Kita tahu Yunani, negeri di mana Socrates hidup, adalah negeri para dewa; Zeus, Hera, Apollo, Poseidon… dan sebagainya itu. Memang dalam terjemahan Apologia ini, si penerjemah Benjamin Jowett menggunakan kata “gods” ketika merujuk pada apa yang dipercayai warga Athena. Tapi ketika itu berkaitan dengan ketuhanan pribadi Socrates sendiri, kata “God” (tanpa “s”, dan “G” huruf besar) lah yang dipakai.
Menarik. Socrates kita kenal sebagai filsuf — tapi membaca Apologia ini, kita akan bertemu dengan sosok yang sangat, sangat, sangat relijius! No, I’m serious… Orang ini bukan tipe yang sekedar icip-icip keagamaan bak orang jaman sekarang yang mengutip ayat ini dan itu… No. He has a whole life and conduct that seems to be COMPLETELY driven by what he believes in!
Saya cuplikkan sedikit ucapannya:
Aku harus mengulang kata-kataku ini kepada siapapun yang kutemui, baik tua ataupun muda, warga di sini atau orang asing, tapi terutama kepada para warga karena merekalah saudara-saudara terdekatku. Bahwa ini adalah perintah Tuhan, dan aku yakin tak ada kebaikan yang lebih baik pada negeri ini selain pengabdianku kepada Tuhan. Yang kulakukan hanyalah mengajak kalian semua, para pemuda dan orang tua, untuk tak hanya memikirkan orang-orangmu atau harta milikmu, namun yang pertama dan paling utama: perhatikanlah nasib jiwamu! Kukatakan kepadamu bahwa kebajikan bukanlah dengan menerima uang dan harta, tapi bahwa dari kebajikan itulah — harta dan segala hal yang baik dari diri manusia akan muncul, baik di sisi publik maupun individu. Inilah yang aku ajarkan.
Perintah Tuhan… hmm… Dan ketika menjelaskan tentang siapa dirinya, alasan tindakannya,
Warga Athena… bila kalian membunuhku, kalian tak kan mudah menemukan pengganggu sepertiku yang Tuhan telah anugerahkan kepada negeri ini. Negeri ini bak kuda ningrat yang besar, yang berjalan demikian lamban lantaran ukuran tubuhnya. Ia mustilah diusik agar hidup kembali. Dan akulah pengganggu itu yang Tuhan telah tempatkan di negeri ini. Dan di sepanjang waktu, di mana-mana, aku akan selalu mendekatimu, membangunkanmu, membujuk dan mengusikmu.
Juga di bawah ini, satu argumentasi yang cerdas:
Ketika kukatakan bahwa aku dianugrahkan Tuhan kepadamu, bukti dari misi dan tugasku adalah sebagai berikut: — jika aku seperti kebanyakan orang, aku pastilah tak akan menolak kepentinganku sendiri… demi kepentinganmu, aku datang kepadamu sebagai bapak atau saudara tua, mengajakmu kepada kebajikan yang mulia. Jika aku memperoleh sesuatu dari situ, atau jika aku dibayar karena ajakanku ini, tentu hal itu akan menjadi alasan yang masuk akal atas tindakanku ini. Namun, seperti yang kalian lihat, tak satu pun penuntutku mampu menunjukkan bahwa aku mengutip bayaran apapun, mereka tak punya bukti. Dan aku memiliki bukti yang cukup atas kebenaran dari apa yang kukatakan — yakni: kemiskinanku.
Do you remember Surah Yasiin:21? “Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk…” Ada kesan yang cukup lugas, bahwa Socrates melakukan itu semua bukan atas kemauannya sendiri. Ia seperti… diperintah.
socrates_students01.jpg
Dan yang berikut ini, barangkali yang paling tidak mudah dijelaskan…
Orang barangkali bertanya-tanya mengapa aku diam-diam sibuk mengurusi orang lain tapi tak pernah maju ke depan publik dan memberi nasihat kepada negara. Akan kuceritakan kenapa. Kalian telah sering mendengar di banyak tempat tentang sosok atau tanda yang senantiasa datang kepadaku, tanda ilahiah yang Melitus (jaksa penuntut — Red) telah mencemoohnya dalam tuduhannya. Tanda ini, yang berwujud seperti suara-suara, pertama kali menghampiriku ketika aku masih kanak-kanak. Suara-suara ini melarangku berbuat sesuatu, namun tak pernah menyuruhku untuk melakukan hal-hal. Inilah yang menahanku dari menjadi seorang politikus.
Socrates memilih mati, walau rekan-rekannya memaksanya untuk menyetujui tawaran keluar dari Athena. Di akhir pembelaannya, dia berucap: “The hour of departure has arrived, and we go our ways — I to die, and you to live. Which is better, only God knows.
Socrates melahirkan murid yang cerdas seperti Plato. Plato melahirkan Aristoteles. Dan Aristoteles, kita tahu, adalah guru dari Iskandar Zulqarnain. Yang terakhir ini, seorang suci yang bisa kita baca kisahnya di Al-Quran.
So what do you think? Siapa sebenarnya Socrates? Lamat-lamat kita ingat, “Dan sungguh Kami telah mengutus utusan pada tiap-tiap umat…” (QS 16:36). Ada sekian banyak utusan, kisah 25 di antaranya direkam di dalam Al-Quran. Selebihnya? Barangkali tak kita kenal sama sekali. Atau bahkan tersembunyi di antara tumpukan buku… entah yang pada jaman kini dikenal sebagai jenderal perang, matematikawan, sastrawan… atau filsuf?
Hanya Allah yang tahu. Salaam.

Jet lag!

Kamis, 09 Februari 2012 - - 0 Comments

Salah satu vidclip kesukaan aku nih :D


Aku menyerah

Kamis, 02 Februari 2012 - - 0 Comments

Tak ada kata,
pecah remuk membuyarkan harapan,
lempar dan melayang,
aku bimbang.

Saat melihat tak cukup dengan mata,
saat hati tak hanya digunakan untuk merasa,
rasamu satu,
GALAU.

Mencari jalan menuju semesta,
menimpa imajinasi mencari realisasi,
tak ku temukan,
aku terkurung.

Mencapai awan yang terlalu tinggi,
mencapai bintang yang berkelipan,
itu semua tak mungkin,
aku kalah, aku menyerah.

Innocence – Avril Lavigne Lyrics & Listen

- - 0 Comments

Together – Avril Lavigne Lyrics & Listen

- - 0 Comments

Cindy Meilita. @Cindyyymei. Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

About


07 - The Man That Can\'t Be Moved Mp3
Musicaddict.com